sainsholic

sains now or never

Media Pembelajaran Tradisional

RADIO SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN DAN BELAJAR SISWA

 1.    Pengertian Media

Kata media berasal dari Bahasa Latin medius yang berarti tengah. Dalam Bahasa Indonesia, kata medium dapat diartikan sebagai antara atau sedang sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi antara sumber dan penerima informasi. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT, 1977:162).

Salah satu media yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari ialah radio. Radio adalah suatu perlengkapan elektronik yang termasuk media audio. Dan hanya dapat memberikan rangsangan audio (pendengaran). Dengan melalui alat ini orang dapat mendengar siaran tentang berbagai peristiwa, kejadian penting dan baru, masalah-masalah dalam kehidupan serta acara rekreasi yang menyenangkan. Dapat dimengerti kalau audio menjadi media pendidikan dalam berbagai asfeknya. Karena media ini memang memiliki potensi dan kekuatan yang amat berpengaruh dalam dunia kependidikan.

2.    Klasifikasi Media

Dari segi perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir (Seels & Glasgow dalam Arsyad, 2002:33). Dalam hal ini radio sebagai media pendidikan dan belajar siswa termasuk dalam salah satu media pembelajaran tradisional yang berbasis media audio. Media audio hanya dapat memberikan rangsangan audio (pendengaran).

    gambar: Ilustrasi posisi radio dalam dunia pendidikan

 

 

 

 

 

 

3.    Fungsi Media

Fungsi media pembelajaran adalah untuk memberikan pengalaman baru kepada siswa dengan lebih mengkonkritkan konsep yang masih bersifat abstrak. Serta menambah motivasi belajar, semangat dan mempertinggi daya serap belajar.
Manfaat media pembelajaran secara umum adalah:

    • Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata )
    • Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya inderawi, seperti objekyang  terlalu besar, objek yang kecil, gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat,kejadian yang terjadi di masa lalu, objek yangterlalu kompleks, atau konsep yang terlalu luas.
    • Mengatasi sikap pasif anak didik dengan penggunaan media yang tepat dan bervariasi.
    • Memberikan perangsangan yang mempersamakan pengalaman, menimbulkan persepsi yang sama diantara anak didik, karena perbedaan latar belakang guru dan siswa yang berbeda mengakibatkan sulitnya menyamakan persepsi anak didik mengenai suatu konsep jika tidak menggunakan media pendidikan.

4.    Manfaat Media

1.    Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan,

2.    Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik,

3.    Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif,

4.    Efisiensi dalam waktu dan tenaga,

5.    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa,

6.    Memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,

7.    Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar,

8.    Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

One response to “Media Pembelajaran Tradisional

  1. ade February 3, 2012 at 15:40

    mantap….. gan…
    tradisional gag akan hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: