sainsholic

sains now or never

Bandung (Tangkuban Perahu dan Museum Geologi)

Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung dengan koordinat 6.770LS 107.60BT, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya dan memiilki ketinggian 2.048 meter. Menurut saya daerah Tangkuban Perahu hampir sama dengan daerah Kintamani di Bali, dengan cuaca yang sejuk, pemandangan alam yang hijau dan berkabut. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano. Mineral yang banyak dikeluarkan adalah sulfur belerang dan ketika tidak aktif mineral yang dikeluarkan adalah uap belerang. Daerah ini sendiri dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 170C pada siang hari dan 20C pada malam hari. Keistimewaan Gunung Tangkuban Perahu yaitu puncaknya datar dan memanjang mirip dengan perahu yang terbalik. Bentuk seperti ini jarang terdapat pada gunung-gunung berapi pada umumnya.  Berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, wisatawan juga dapat melihat keindahan sepuluh kawah yang letaknya berdekatan, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Pangguyangan Badak. Kawah-kawah itu mengeluarkan asap belerang yang menguap keluar dari sela-sela bebatuan yang berada di bagian bawah kawah itu.

Museum Geologi Bandung

Berdirinya Museum Geologi Bandung sangat erat kaitannya dengan sejarah penyelidikan geologi di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 1850-an, oleh “Dienst van het Mijinwezen”, yang berkedudukan di Bogor (1852-1866). Lembaga ini kemudian pindah ke Jakarta (1866-1924) dan akhirnya pindah ke Bandung , menempati Gedung Gouverment Bedrijven (sekarang Gedung Sate).

Para ahli geologi dalam melakukan penelitian geologi di lapangan selalu membawa contoh batuan, mineral dan fosil untuk diteliti di laboratorium.gedung ini diperuntukkan bagi Laboratorium Geologi karena penelitian geologi di Indonesia semakin meningkat tiap waktu. Gedung ini dirancang dengan gaya arsitektur “art deco” oleh arsitek Belanda Ir. H. Menalda van Schouwenburg. Kemudian timbul suatu gagasan untuk memperlihatkan koleksi tersebut kepada masyarakat luas, sehingga pada 16 Mei 1929 bertepatan dengan Konggres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV, diresmikan gedung tersebut sebagai Museum Geologi dengan nama Geologische Museum. Pada tahun 1998 dilakukan renovasi yang dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus 2000. Pada 22 Agustus 2000, Museum Geologi diresmikan kembali oleh Ibu Megawati Soekarnoputri.

Museum Geologi dibagi atas dua lantai, lantai pertama terbagai menjadi 3 ruangan utama; Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Timur dan Ruang Sayap Barat.

Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang : Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif. Kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya. Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini. Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.

Lantai kedua juga terbagai menjadi 3 ruangan utama; Ruang barat, Ruang Tengah dan Ruang Timur.

Ruang barat (dipakai oleh staf museum). Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia. Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia. Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral. Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern. Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi. Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longsor, letusan gunung api dan sebagainya. Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian. Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut.

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: